Pengen banget rasanya cerita sama ayah, tapi responya seperti biasa.. pasti semua ini nggak penting kan? Tapi walau begitu, entah kenapa rasanya pingin banget cerita dan ayah harus tau semua ini, cuma aku ga ada tenaga buat ngomong ini langsung, apalagi untuk sekarang ini.. aku ketik disini, mungkin ini bisa jadi pengingat, entah disaat aku sekarat duluan atau ayah, kayaknya baru bisa mengutarakan ini..
Capek banget yah rasanya, capek..
Apalagi akhir akhir ini, kenapa sifat ibu sangat memuakan. Seakan akan kita gak saling kenal satu sama lain, rasanya semua jadi berbeda. sifat ibu sangat kekanak kanakan lebih dari anak anak. capek yah, capek setiap hari harus bersabar demi hal sepele yang di besar besarkan.
Kata katanya benar benar menusuk ke hati sampai aku bertanya tanya, apakah dia perempuan? apakah dia seorang ibu?
Aku tau, bahwa hamil dan melahirkan itu susah, sakit, pertaruhan nyawa dan lain lain. aku pun takut hanya dengan memikirkan itu semua, bahkan rasanya aku ga mampu. Tapi bukan dengan dia seorang ibu dia adalah raja yang tak berdosa, bukan.
Surga memang di bawah telapak kaki ibu, ibu memang wajib di hormati dan di sayangi. Ayah pun sama. Air susu ibu dan Keringat ayah memang suatu hal yang tidak bisa ternilai dengan uang dan apapun.
Tapi seorang anak juga manusia yah, orang tua hanya mengurus anak sampai lulus SD (Kebanyakan) setelah SD anak sudah bisa di lepas, sudah bisa disuruh kerja, makan sendiri, dll.. sementara orang tua? lebih lama anak mengurusnya di kala tua..
Orang tua yang berkeinginan punya anak, sementara anak tidak minta di lahirkan. Anak juga tidak bisa memilih dari orang tua mana dia di lahirkan.
Semua kesalahan orang tua harus termaafkan hanya dengan kata durhaka..
Sakit rasanya berjuang sendirian di dalam keluarga, hanya aku yang membereskan semua masalah dirumah, sementara disaat aku terluka tidak ada yang perduli dan semua selalu aku yang salah. Rasanya hampir gila.
Huh, berkerja itu berat yah, kerjaan yang ayah keluhkan tidak ada apa apanya. bagaimana jika ayah jadi aku? dari beribu hal, rasanya sakit yah, sakit.. disaat kita berkorban dengan ikhlas dampai terpaksa berkorban.
setiap hari berkorban demi mereka, tapi justru orang orang itu menyerang kita.. entahlah
Kemarin ada bu bos minta bikin mading snack, di tanya kapan bilangnya santai aja, kamis aja nggak papa, padahal mau kirim rabu niatnya, cuma karna banyak ornamen balon lebih bagus dadakan supaya nggak meletus atau kempes, kan kita mau kasih yang terbaik, tapi begitu kamis pagi di suruh cepet cepet 🙁 dan ibu bilang kalo lewat jam 8 gak mau bantu anter (pake kata kata nyelekit).. Ya Allah timbang bantu nganter sebentar aja sih, klo aku minta bantu ayah baru ga wajar, ayah baru pulang kerja macet macetan, lah ibu? ibu ngapain?
kalo bisa ku bawa sendiri juga aku gak akan kok minta bantuan orang lain.
yah begitulah..
udah seminggu ini tiap hari nangis dikantor, tidak bisa di prediksi kapan akan keluar ini air mata, belom siap tissue pun udah meler ingusnya.. yah, jadinya baju semua isinya ingus wkwk..
keknya harus beli pabrik tissue ini biar puas nangisnya.